Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.
Pengetahuan

10 contoh kalimat aktif dan tidak aktif dalam penulisan artikel Pengetahuan

Ketika sedang belajar tata bahasa Indonesia, kita pasti akan bertemu dengan konsep kalimat aktif dan tidak aktif. Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan tindakan, sedangkan kalimat tidak aktif adalah kalimat yang subjeknya menerima tindakan.

Pengertian Kalimat Aktif dan Tidak Aktif

Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan tindakan, sedangkan kalimat tidak aktif adalah kalimat yang subjeknya menerima tindakan.

Ciri-ciri Kalimat Aktif

Kalimat aktif memiliki subjek yang berperan sebagai pelaku tindakan dan dapat langsung terlihat dalam kalimat.

Kalimat aktif memiliki ciri-ciri yang dapat dikenali dengan mudah. Pertama, kalimat aktif selalu memiliki subjek yang berperan sebagai pelaku atau penggerak tindakan dalam kalimat. Subjek ini biasanya terletak di awal kalimat dan dapat dengan jelas dilihat siapa yang melakukan tindakan tersebut.

Misalnya, dalam kalimat “Ani membeli buku di toko”, subjeknya adalah “Ani” dan ia melakukan tindakan “membeli buku”. Dalam hal ini, Ani adalah pelaku tindakan dan kalimatnya dapat dikategorikan sebagai kalimat aktif.

Selain itu, kalimat aktif juga menunjukkan kejelasan dalam penjelasan hubungan antara subjek dan objek. Objek dalam kalimat aktif menerima tindakan yang dilakukan oleh subjek. Dalam kalimat “Ani membeli buku di toko”, objeknya adalah “buku” yang diterima tindakan dari subjek “Ani”.

Kalimat aktif juga dapat diidentifikasi dengan adanya kata kerja yang aktif dan berperan sebagai pendorong tindakan. Kata kerja aktif memberikan kejelasan bahwa subjek melakukan tindakan secara langsung.

Dalam kalimat “Ani membeli buku di toko”, kata kerja “membeli” menunjukkan bahwa Ani secara langsung melakukan tindakan membeli buku. Kata kerja ini berperan penting dalam menentukan kalimat tersebut sebagai kalimat aktif.

Dalam penulisan kalimat aktif, penekanan diberikan kepada subjek yang berperan sebagai pelaku tindakan. Struktur kalimat aktif memudahkan pembaca untuk mengidentifikasi siapa yang melakukan tindakan dalam kalimat tersebut.

Contoh Kalimat Aktif

Sebagai seorang penulis, saya menulis artikel setiap hari untuk mengasah kemampuan menulis saya.

Pelajar tersebut mengerjakan tugas rumah dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan nilai yang baik.

Tim sepakbola ini memenangkan pertandingan dengan skor 3-0.

Saya mempersiapkan presentasi ini sepanjang minggu lalu agar bisa tampil maksimal.

Pegawai tersebut menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan efisien.

Ciri-ciri Kalimat Tidak Aktif

Kalimat tidak aktif memiliki subjek yang menerima tindakan dan tidak berperan sebagai pelaku tindakan. Misalnya:

Buku ini telah dibaca oleh banyak orang.

Mobil itu akan diperbaiki oleh mekanik.

Tugas ini akan diselesaikan oleh teman-teman sekelas.

Kue itu sudah dimakan oleh adik saya.

Kertas-kertas ini akan dijilid oleh tukang jilid.

Contoh Kalimat Tidak Aktif

“Setiap hari, rumah saya dibersihkan.”

Cara Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Tidak Aktif

Untuk mengubah kalimat aktif menjadi kalimat tidak aktif, subjek pada kalimat aktif dapat diletakkan di bagian akhir kalimat dan ditambahkan kata “oleh” sebelumnya. Misalnya,

“Saya membersihkan rumah setiap hari.”

bisa diubah menjadi,

“Setiap hari, rumah saya dibersihkan oleh saya.”

Dengan demikian, perubahan ini menyatakan bahwa rumah saya menjadi objek dari tindakan pembersihan, dan bukan sebagai subjek yang melakukan tindakan.

Contoh lainnya adalah kalimat,

“Mereka membangun jembatan baru di kota.”

dapat diubah menjadi,

“Di kota, jembatan baru dibangun oleh mereka.”

Dalam kalimat tidak aktif ini, jembatan menjadi objek tindakan membangun yang dilakukan oleh subjek “mereka”.

Dengan demikian, penggunaan kalimat tidak aktif sering digunakan dalam tulisan formal, seperti dalam berita, untuk memberikan informasi secara objektif tanpa menekankan siapa yang melakukan tindakan tersebut.

Cara Mengubah Kalimat Tidak Aktif Menjadi Aktif

Untuk mengubah kalimat tidak aktif menjadi kalimat aktif, subjek yang berperan sebagai pelaku tindakan dapat ditempatkan di awal kalimat dan tindakan yang dilakukan oleh subjek tersebut diletakkan di akhir kalimat.

Untuk mengubah kalimat tidak aktif menjadi kalimat aktif, kita perlu memperhatikan beberapa langkah. Pertama, identifikasi subjek yang berperan sebagai pelaku tindakan dalam kalimat tidak aktif. Kemudian, pindahkan subjek ke awal kalimat. Misalnya, dalam kalimat “Mobil itu dikerjakan oleh montir,” subjek “montir” bisa dipindahkan ke awal kalimat sehingga menjadi “Montir mengerjakan mobil itu.”

Langkah kedua adalah menempatkan tindakan yang dilakukan oleh subjek di akhir kalimat. Gunakan kata kerja yang sesuai dan pastikan kalimat tetap terstruktur dengan baik. Misalnya, dalam kalimat “Puisi itu dihasilkan oleh penulis yang terkenal,” tindakan “dihasilkan” dapat dipindahkan ke akhir kalimat sehingga menjadi “Penulis yang terkenal menghasilkan puisi itu.”

Hal penting lainnya adalah menjaga kejelasan dan kekonsistenan kalimat. Pastikan subjek dan objek dalam kalimat aktif tetap sama dengan subjek dan objek dalam kalimat tidak aktif. Hindari perubahan yang dapat merubah makna kalimat. Misalnya, dalam kalimat “Buku itu dibaca oleh saya,” jika kita ingin mengubahnya menjadi kalimat aktif, kita bisa katakan “Saya membaca buku tersebut” daripada “Buku itu saya membaca.”

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, kita bisa dengan mudah mengubah kalimat tidak aktif menjadi kalimat aktif. Praktikkanlah cara ini dalam komunikasi sehari-hari untuk meningkatkan kejelasan dan kejelasan kalimat kita.

$title$

Terima kasih telah membaca artikel ini! Dengan memahami perbedaan antara kalimat aktif dan tidak aktif dalam penulisan artikel pengetahuan, kita dapat meningkatkan keterampilan menulis kita. Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut atau ingin berbagi contoh kalimat lainnya, jangan ragu untuk meninggalkan komentar di bawah. Selamat berlatih dan semoga sukses dalam menulis!

Related Articles

Back to top button